Mengetahui Gejala Amnesia, Cara Perawatan Dan Pencegahannya

Jakarta - Amnesia adalah kondisi untuk menggambarkan hilang ingatan. Gejalanya termasuk kebingungan, linglung, dan ketidakmampuan untuk mengenali wajah atau tempat yang dikenali sebelumnya.

Satu hal yang perlu diketahui, kondisi seseorang yang melupakan identitas pribadi akibat memory loss seperti di movie bukan kasus yang umum pada kasus medis di dunia nyata.

Orang dengan memory loss atau sindrom amnestik dapat mengetahui diri mereka siapa. Namun, penderita dapat mengalami kesulitan memahami dan membentuk ingatan terkait suatu informasi yang baru. Beberapa penyebab amnesia sementara dapat termasuk:

- gegar otak

- penyakit parah dan demam tinggi

- stres emosional

- beberapa obat-obatan

- terapi kejang listrik.

Gejala

Dua ciri utama amnesia, yaitu:

- kesulitan mempelajari informasi baru setelah timbulnya memory loss (anterograde memory loss).

- kesulitan mengingat peristiwa masa lalu dan informasi yang sebelumnya dikenal (memory loss retrograde).

Secara lebih spesifik, beberapa jenis memory loss existed dan gejalanya adalah sebagai berikut:.

- amnsia pascatrauma: amnesia yang terjadi segera setelah cedera kepala yang signifikan.

- amnesia global transien: sindrom sementara saat seseorang mengalami amnesia retrograde dan anterograde secara tiba-tiba, dapat berlangsung hingga 24 jam.

- amnesia disosiatif atau psikogenik: gangguan kesehatan psychological saat seseorang mengalami amnesia setelah trauma yang signifikan. Tubuh secara tidak langsung memberi respons terhadap trauma dengan memblokir informasi dan insiden traumatis dari ingatan.

Penyebab

Kehilangan memori dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti:.

- cedera kepala

- penyakit parah

- demam tinggi

- kejang

- kejutan emosional atau histeria

- kerusakan otak terkait alkohol

- obat-obatan tertentu, seperti barbiturat atau heroin

- anestesi umum

- terapi kejang listrik

- pukulan.

stroke iskemik transien (stroke mini).

- penyakit alzheimer.

- operasi otak.

Diagnosis.

Medical diagnosis terkait amnesia dapat dibuat oleh dokter, khususnya neurologis atau ahli saraf. Dokter akan bertanya terkait ingatan yang hilang dan gejala lain yang timbul. Kerabat atau orang terdekat juga mungkin akan diminta untuk mengevaluasi terkait kondisi pasien. Beberapa tes lain yang mungkin dilakukan, yaitu:.

- tes kognitif

- MRI atau CT Check

- tes darah

- tes kejang

Perawatan

Penanganan amnesia berfokus untuk menangani masalah memori dan penyakit yang mendasari terjadinya kondisi tersebut. Tidak ada obat khusus untuk amnesia. Namun, gejala akan mereda seiring kondisi otak yang membaik.

Rehabilitasi kognitif dapat menjadi salah satu opsi untuk mengatasi terjadinya memory loss. Rehabilitasi kognitif dapat melibatikan:

- strategi organisasi (menggunakan papan tulis untuk mencatat tanggal, janji, atau informasi penting).

- kompensasi teknologi (menggunakan bantuan gawai sebagai pengingat untuk tugas rutin dan sebagainya).

Tingkat kesuksesan perawatan dapat bervariatif.Selain itu, terapi okupasi juga dapat membantu keluarga dan orang terdekat sebagai pengasuh penderita amnesia.

Pencegahan

Beberapa anjuran di bawah dapat menurunkan risiko tidak hanya amnesia, tapi juga cedera kepala, demensia, stroke, atau faktor penyebab kehilangan memori lainnya:.

- membatasi penggunaan alkohol dan obat-obatan lain secara berlebih.

- menggunakan pelindung saat berkendara atau berolahraga untuk mencegah terjadinya gegar otak.

- tetap aktif (menyeimbangkan pekerjaan, hobi, istirahat, dan sebagainya dengan seimbang).

- makan makanan bergizi.

-minum air putih cukup.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Kesalahan Jika Anda Berolahraga Menggunakan Jaket, Berikut Penjelsannya

Menghindari Sarapan Yang Bisa Membuat Gula Darah Tinggi Bagi Penderita Diabetes

Mengetahui Dampak Dari Kebiasaan Saat Bekerja di Akhir Pekan Bagi Kesehatan